Pemerintah Desa Walikukun terus berkomitmen penuh dalam menyukseskan program nasional penurunan angka stunting di tingkat desa. Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Walikukun, Pemdes Walikukun melaksanakan penyaluran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan lokal pada Jumat, 3 Juli 2026.
Kegiatan ini secara khusus menyasar dua kelompok prioritas yang memerlukan intervensi gizi intensif, yaitu Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (Bumil KEK) serta Balita yang mengalami masalah pertumbuhan, khususnya yang berat badannya tidak naik selama dua kali penimbangan berturut-turut.
Kepala Desa Walikukun, Mustahmid Saiful Ichwan, menyampaikan bahwa program PMT Lokal ini merupakan langkah preventif sekaligus kuratif untuk memastikan pemenuhan gizi yang optimal sejak masa kandungan hingga masa pertumbuhan emas anak.
"Kami tidak ingin menunggu sampai anak jatuh pada kondisi stunting. Balita yang terdeteksi dua kali tidak naik berat badannya serta ibu hamil yang indikator lingkar lengan atasnya menunjukkan KEK langsung kita intervensi hari ini dengan PMT berbahan lokal yang kaya protein hewani," ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Pelaksanaan PMT Lokal ini digerakkan secara terpadu oleh Tim Penggerak PKK Desa Walikukun, Kader Kesehatan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta didampingi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Widodaren.
Selain menerima paket makanan tambahan siap konsumsi yang diolah sendiri oleh para kader, para orang tua balita dan ibu hamil juga mendapatkan:
-
Edukasi Pola Asuh dan Gizi: Penjelasan mengenai variasi menu seimbang di rumah guna mengejar ketertinggalan tumbuh kembang anak.
-
Monitoring Tumbuh Kembang: Pengukuran ulang berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan untuk memastikan efektivitas intervensi.
Program ini dibiayai melalui alokasi anggaran bidang kesehatan desa yang bersumber dari konvergensi pencegahan stunting tahun anggaran berjalan. Pemerintah Desa Walikukun berharap, melalui pendampingan berkala dan pemberian PMT Lokal yang tepat sasaran ini, status gizi ibu hamil dapat membaik dan grafik pertumbuhan balita di Desa Walikukun bisa segera kembali normal (naik mengikuti garis hijau di KMS).