WALIKUKUN.DESA.ID – Dalam upaya mendorong pertanian yang ramah lingkungan dan hemat biaya produksi, Pemerintah Desa (Pemdes) Walikukun menggelar kegiatan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Berlokasi di Kantor Desa Walikukun, acara ini dihadiri oleh perwakilan Kelompok Tani se-Desa Walikukun dengan fokus utama pelatihan pembuatan pupuk alternatif, yaitu MKP Organik (Microbial Kalium Phospat).
Kegiatan pelatihan ini memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan petani, seperti kentang, serasah dedaunan, bonggol dan limbah pisang, gula merah, air kelapa, serta mikroorganisme pengurai (EM4).
Penerapan teknologi tepat guna dalam pembuatan MKP Organik ini memberikan berbagai manfaat strategis bagi hasil pertanian warga Desa Walikukun, antara lain:
-
Meningkatkan Pembungaan dan Pembuahan: Kandungan fosfor dan kalium organik yang tinggi sangat mendukung fase generatif tanaman.
-
Memperkuat Akar & Mencegah Kerontokan: Membantu memperkuat jaringan akar dan mencegah bunga serta buah gugur sebelum waktunya.
-
Menjaga Kesuburan Tanah: Mikroorganisme baik dalam pupuk cair ini membantu memperbaiki struktur tanah jangka panjang.
-
Ramah Lingkungan & Ekonomis: Mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia sintetis.
Dalam sesi praktik, para anggota kelompok tani diajarkan langkah-langkah praktis pembuatan MKP Organik secara langsung:
-
Persiapan Bahan: Rebus kentang yang telah dipotong kecil selama 15 menit. Potong halus gula merah dan bonggol pisang.
-
Pencampuran Bahan: Masukkan potongan kentang, gula merah, dan bonggol pisang ke dalam air kelapa. Peras buah pisang menggunakan kain ke dalam larutan air kelapa tersebut.
-
Fermentasi: Tambahkan 5–7 tutup botol EM4 serta larutan garam mendidih ke dalam campuran. Aduk rata dan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang teduh.
-
Proses Pengolahan: Lakukan proses fermentasi selama 7 hingga 14 hari (diaduk setiap 2–3 hari). Semakin lama masa fermentasi (hingga 21 hari), kualitas pupuk yang dihasilkan akan semakin optimal.
Petunjuk Pengaplikasian di Lapangan:
Metode Kocor: 20–25 ml / liter air.
Metode Spray (Semprot): 10–15 ml / liter air.
Melalui pelatihan TTG ini, Pemdes Walikukun berharap para kelompok tani dapat memproduksi pupuk berkualitas secara mandiri di tingkat kelompok maupun individu. Langkah ini diharapkan tidak hanya memangkas biaya operasional pertanian, tetapi juga mewujudkan visi "Tanaman Sehat, Panen Melimpah" di seluruh wilayah Desa Walikukun.