You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Walikukun
Desa Walikukun

Kec. Widodaren, Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA WALIKUKUN KECAMATAN WIDODAREN KABUPATEN NGAWI

Akselerasi Desa Digital, Diskominfo Ngawi Gelar Sosialisasi Lomba "WebDesa SRIGATI Competition 2026" via Zoom

Administrator 22 Juni 2026 Dibaca 70 Kali
Akselerasi Desa Digital, Diskominfo Ngawi Gelar Sosialisasi Lomba

walikukun.desa.id - Dalam rangka mempercepat transformasi digital serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi WebDesa SRIGATI Competition Kabupaten Ngawi 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada hari Senin, 22 Juni 2026.

​Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Ngawi, Drs. Mahmud Rosadi, serta dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), para Camat se-Kabupaten Ngawi, Pejabat Struktural/Fungsional terkait, dan para pengelola website dari 38 desa terpilih yang tersebar di 19 kecamatan.  ​Bukan Sekadar Estetika, Melainkan Jembatan Informasi Terpercaya

​Dalam pemaparan petunjuk teknis (juknis), ditegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang adu bagus tampilan visual atau desain website. Lebih dari itu, inisiatif bersama ini bertujuan untuk memastikan website resmi pemerintah desa benar-benar 'hidup' dan aktif beroperasi. Pemerintah Kabupaten Ngawi ingin mendorong agar website desa bertransformasi menjadi jembatan informasi yang transparan serta mempermudah layanan publik bagi seluruh warga Ngawi.

​​Berdasarkan juknis yang dirilis, kompetisi ini menyaring 2 desa terbaik dari setiap kecamatan, sehingga total terdapat 38 desa yang resmi berlaga. Syarat utama yang sangat mendasar adalah website desa harus aktif dari segi pelayanan. 

Tim juri yang terdiri dari perwakilan Perangkat Daerah terkait serta Komunitas IT yang kompeten akan menilai performa website berdasarkan 4 aspek utama dengan bobot berbeda:

  1. ​Profil Desa (Bobot 30%): Kelengkapan, keakuratan, dan daya tarik data sejarah serta profil desa sebagai wajah utama digital desa.
  2. ​Layanan Administrasi (Bobot 30%): Kemudahan akses informasi bagi warga mengenai syarat-syarat dan prosedur pembuatan surat-menyurat.
  3. ​Update Berita dan Kegiatan (Bobot 20%): Dinamika website melalui konsistensi pengunggahan berita dan kegiatan terkini (tidak dibiarkan pasif atau 'berdebu').
  4. ​Publikasi Realisasi APBDes (Bobot 20%): Wujud transparansi anggaran di mana desa wajib mengunggah publikasi realisasi APBDes tahun 2025 dan rencana/APBDes tahun 2026.

​Mengacu pada peta jalan kompetisi, tahapan lomba akan berlangsung secara bertahap agar pengelolaannya berjalan konsisten:

  1. ​Juni 2026: Rakor Sosialisasi (Tahap Awal).
  2. ​Juli 2026: Technical Meeting antara panitia dan tim juri.
  3. ​Agustus 2026: Masa persiapan akhir dan pemantapan oleh masing-masing desa.
  4. ​September 2026: Penilaian oleh Tim Juri. Catatan penting bagi peserta, juri akan memantau rekam jejak (track record) konsistensi pengelolaan website dari periode Januari hingga Agustus 2026.
  5. ​Oktober 2026: Pemilihan dan penetapan Juara 1, 2, dan 3.
  6. ​November 2026: Malam Penganugerahan Pemenang.
  7. ​Bagi desa yang berhasil meraih predikat Juara 1, 2, dan 3, panitia telah menyiapkan sertifikat penghargaan serta uang pembinaan yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Bupati Ngawi.

​Melalui kompetisi ini, Diskominfo Ngawi berharap seluruh operator dan perangkat desa dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, inklusif, dan informatif di tingkat basis.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image